Terimakasih Semesta



Hai blog kece ku..
Maaf teramat sangat karena telah menelantarkanmu selama berminggu-minggu, alasannya masih klasik : sibuk. Tentu saja sibuk kuliah mengingat minggu ini adalah minggu pertama kuliah di semester 3 dan merupakan moment bagiku, pelajar khususnya sedang menikmati gejolak semangat yang menggebu-gebu persis dengan tahun-tahun sebelumnya diawal sekolah. Dan untuk minggu-minggu kemaren aku disibukkan dengan liburan boring dirumah yang agenda utamanya adalah bermalas-malasan sehingga untuk menulispun masuk dalam daftar malas, kecuali untuk menulis tweet atau status di fesbuk.hehe


Kesibukan awal kuliah dengan beberapa dosen yang sudah memberikan tugas dan kesibukan kepanitiaan yang cukup menguras energi dan pikiran sejenak melupakan hobi menulis ini,biasanya ketika ada waktu senggang aku menyempatkan diri untuk menulis apapun yang kupikirkan, entah tentang diriku sendiri, tentang oranglain, tentang apapun yang nyantol diotak. Dan akhir-akhir ini bukan aku tidak punya waktu senggang, ada meski tidak banyak, namun aku lebih memilih menghabiskannya dengan tidur atau menonton film. Aneh dan menyebalkan.

Namun, suatu sore yang belum benar-benar sore ketika seharian adalah waktu senggang, dan saat itu aku sedang duduk termangu di genteng kosan sambil menerawang jauh ke lazuardi biru tiba-tiba saja aku merasa amat sangat ingin menulis. Amat sangat ingin mengungkapkan sesuatu. Aku kangen menulis, menerawang jauh sambil memencet tuts-tuts di keyboard laptopku. Namun aku masih berdiam, membiarkan keinginan itu terbang bersama hembusan angin dingin yang menerjang tubuh kurusku diatas genteng. Aku ingin menulis sesuatu, tapi aku tak ingin menggerakan badanku yang sudah berada di posisi nyaman melamun. Aku galau.

Dan angin yang mengerti kegalauanku semakin menamparkan hembusan dengan kencangnya, seolah mengusirku sambil berkata “cepat masuk ! tumpahkan semua yang di benakmu ! sebelum malam memakan semuanya tanpa sisa”. Aku bergeming, namun tiba-tiba saja dengan sekali hembusan lembut sang angin aku sudah berada dikamarku, berada persis di depan laptop silver kesayanganku yang mungkin tiga harian ini belum kesentuh. Dan ajaibnya laptopku sudah menampilkan Microsoft Word seolah paham aku akan memberi tahukan sesuatu padanya.

Aku bingung, bukan lebih tepatnya aku heran. Dan sebelum mulai menjatuhkan jariku ke keyboard di laptop aku teringat sebuah quote dari novel favoritku karya Paulo Coelho yang berbunyi : “ketika kamu menginginkan sesuatu, maka seluruh jagat raya akan membantumu mewujudkan keinginanmu “. Dan hal tersebut kupikir barusan terjadi padaku, see? Aku merasa ingin sekali menulis namun tidak bagi saraf motorikku. Aku menyerah dan kekuatan semesta berkata lain. Ia mewujudkan keinginanku, lewat hembusan dan perintah sang angin dan menampakan senyumnya lewat biru langit yang dan cekungan awan. Tiba-tiba saja aku merasa sangat senang dan bergejolak, secepat kilat berlari keluar kamarku dan kembali naik ke atas genting, pada posisi nyamanku kembali.

Aku berteriak, kencang mungkin sangat kencang dan mungkin akan mengganggu teman kosku yang lain. Tapi aku tak peduli. “Terimakasih. Terimakasih sang angin, terimakasih langit biru, terimakasih jagat raya. Terimakasih. Aku benar-benar menghargainya.” 
Baru setelah hembusan angin yang menyibak helai-helai rambut di poniku datang seraya berkata “jangan ragu meminta tolong kami” aku mengangguk sambil tersenyum lebar dan masuk kembali ke kamar tak ingin membuat laptop kesayanganku menunggu lebih lama rahasia yang ingin kuceritakan padanya.


13 September 2013,  diatas genteng Angin bergantian menampar wajahku



Comments

Popular posts from this blog

Grow Old With You - Adam Sandler

Sycamore Tree

My Criminology Law's Lecture