My Criminology Law's Lecture


“semua diawali dengan kejujuran...”
       Saya menyukai mata kuliah Hukum Pidana, selain karena ketertarikan saya akan hal-hal mengenai kriminalitas, yang membuat saya Excited tiap mata kuliah ini adalah karena dosen yang mengampu mata kuliah ini begitu keren. Saya memang cenderung menyukai suatu pelajaran dilihat dari cara dosen saya mengajar, sehingga cukup sulit bagi saya memahami suatu mata kuliah jika dosen mata kuliah tersebut tidak cukup mengasyikkan bagi saya. Saya menyukai dosen yang muda, bukan berarti saya membenci dosen-dosen yang tua. Tapi dosen muda lebih pintar dan mengasyikkan dalam memberikan materi kuliah dibanding dosen yang tua, mungkin karena faktor umur atau entahlah, saya juga kurang begitu paham. Namun dari pengalaman saya selama 2 semester memasuki dunia perkuliahan  dosen-dosen yang tua cenderung membikin mengantuk saat mengajar. Entahlah mungkin saya saja yang memang orang “moody” atau semua mahasiswa juga berpikir demikian tapi yang  jelas hal tersebut cukup meresahkan saya karena ketika menghadapi Ujian saya cukup kesulitan dalam mempelajari Materi dari dosen tersebut.
       Oke, kembali ke dosen Hukum Pidana. Beliau salah seorang dosen favorit saya, berumur sekitar 40 tahun dan memiliki tubuh yang sedikit gemuk. Saya selalu interested terhadap apa yang beliau sampaikan saat Kuliah. Beliau tidak hanya melulu membahas materi mengenai Hukum Pidana namun juga selalu menyisipkan cerita-cerita menarik yang ia ketahui, pengalaman-pengalaman beliau ketika mengunjungi berbagai tempat di berbagai negara, sampai guyonan-guyonan yang membuat suasana kuliah menjadi sangat hidup. Tutur bicara beliau sangatlah elegan (entahlah kenapa saya suka sekali memakai kata “elegan”) dan mengasyikkan.
       Pernah ketika sedang menerangkan mengenai sejarah KUHP tiba-tiba beliau mengatakan “saya berharap kalian mahasiswa saya tidak bercita-cita menjadi DPR. Karena DPR itu lembaga paling konyol yang pernah ada, lembaga paling Malas yang pernah ada ”. saya langsung terhenyak dengan kalimat beliau, apa yang dimaksud dengan lembaga paling konyol ? segera saya dan teman-teman tertawa lepas saat mendengar penjelasan beliau kemudian “DPR itu sia-sia, hanya menghabiskan uang rakyat. Lhawong bikin UU belum disahkan sudah diprotes, liat itu KUHP di Belanda sudah amandemen 3 kali Indonesia masih setia memakai yang lama. Betapa hebatnya KUHP bikinan orang belanda. Disuruh mengganti KUHP? Ya DPR angkat tangan wong bikin RUU aja udah di demo masyarakat”
       Begitulah beliau, sinis sekali dengan hal yang menurut beliau tidak bermanfaat bagi masyarakat. Wawasan beliau sangatlah luas, saya menyukai sekali saat beliau bercerita mengenai hal-hal diluar konteks materi namun sangat memberikan pengetahuan seperti saat beliau bercerita mengenai Raja dari Roma yang merupakan Raja tersadis di dunia yakni Caligula (lihat postingan saya selanjutnya :) ) beserta kalimat-kalimat komentar sarkatis beliau yang sangat memberikan inspirasi untuk status facebook. Hehehe (ini fakta)
       Hal yang sangat beliau benci ialah ketidakjujuran, beliau berkali-kali mengingatkan kepada kami_mahasiswanya_ untuk menghindari yang namanya berbohong. Entah besar entah kecil, entah demi kebaikan entah demi keburukan. Yang beliau simpulkan berbohong adalah kejahatan yang paling besar ! beliau mengatakan sangat muak dengan Televisi “tiap kali saya melihat Televisi hanya berita mengenai korupsi, korupsi, dan korupsi. Saya sungguh muak dengan semua itu. Saya harap nantinya kalian tidak ada yang terlibat kasus menjijikan tersebut, atau saya akan muak dengan kalian” kalimat beliau langsung disambut tawa oleh seisi kelas, saya sendiri ikut tertawa dan mematri kalimat beliau segera ke dalam pikiran saya. Yah, saya juga muak dengan para koruptor yang sok menjadi selebritis di layar kaca, tidak malu dengan apa yang ia lakukan dan masih bisa “pose” saat diwawancari. Sungguh tak tahu malu !
       Sayangnya beliau hanya mengajar sampai UTS, jadi hanya sekitar 8 kali bertatap muka dengan beliau :( padahal saya sudah terlanjur fall in love dengan cara mengajar beliau. Dosen yang akan menggantikannya seorang bapak yang semoga saja cukup easy going seperti beliau(walaupun tidak berharap banyak).
Sahabat saya berkata “InsyaAllah ketika kamu mau membuka diri untuk menyukai apa yang dosen ajarkan terlepas dari dosen tersebut asik atau tidak, ilmu yang kamu dapat bisa bermanfaat ke depannya :)
Amin amin amin YaRabb^^

sumber : Google


Comments

Popular posts from this blog

Grow Old With You - Adam Sandler

Sycamore Tree