sekilas nyindir tapi sumpah enggak !

awal-awal menjadi maba dahulu, seseorang pernah menasehatiku 
"hati-hati, dalam dunia kampus teman dekat bisa menjadi musuh dekatmu dek"

http://jasharawan.com/wfof/drew.jpg

                            

aku tersenyum kala itu, mbak ini ngomong apasih. pikirku kalo teman ya teman, musuh ya musuh. mereka sesuatu hal yang berbeda. jauh. dan sombongku saat itu "aku tau cara berteman yang baik, apakah seseorang termasuk teman atau musuh. that's exactly me !"

itu dahulu, saat kesombongan masih sering bertandang ke pikiran-pikiranku tanpa ijin, saat hidup masih hanya seputar kesenangan, antusias dan rasa bosan. meskipun sampai sekarang aku harus benar-benar harus mengontrol kesombongan yang masih sering mengetuk hati dengan kuatnya.

detik ini, entah mengapa aku kembali diingatkan oleh ucapan seseorang dimasa lalu tersebut, kata-kata itu aku bahkan yakin tidak mengurangi satu kata pun. aku ingat, sejelas-jelasnya pun dengan makna yang melekat padanya.

menjadi tersadar, menyepelekan sebuah nasehat adalah terburuk.
aku tergugu, karena kemudian apa yang kusepelekan menjadi kenyataan. saat ini, detik ini terjadi padaku.
temanku menjadi musuhku.

---

"aku ga suka sama si dia gara-gara dia udah bla bla bla"
"sumpah? masa sih setega itu, gamungkin deh. diakan orangnya bla bla bla"
"kalian omong kosong lagi ya? hentikan plis nambah dosa deh !"
"........" 

Nyaman : The quality of being suitable to one's comfort, purposes, or needs

mendapatkan kenyamanan saat berteman itu susah. itulah mengapa teman-temanku bilang bahwa aku cenderung judes saat awal-awal berkenalan. aku tidak ingin beramah tamah memang, merepotkan untuk harus memakai topeng padahal belum tentu mereka yang mungkin akan menjadi temanku bisa membuatku nyaman. aku tidak muluk-muluk dalam berteman, saat dia bisa membuatku nyaman menjadi diriku sendiri, maka ia sukses untuk berteman denganku. sesimpel itu.

nah, ada kalanya aku menjadi pribadi yang membosankan, aku sendiri sering merasa bosan dengan diri sendiri. itulah saat-saat sebuah makna pertemanan diuji dalam dinamika kampus yang kompleks .
ada yang bertahan, ada yang pelan-pelan menghilang, dan ada yang terang-terangan menjauh. untuk mereka di poin ketiga aku menyebutnya teman tapi musuh.dahulu.
detik ini aku menyebutnya musuh. 

musuh : 1. Pihak yang hendak menjerumuskan pihak lain ke dalam kehancuran.
              2. Sesuatau yang mengancam keselamatan jiwa kita.

untuk teman yang sekarang musuh, aku berterimakasih. meski sebentar, aku pernah menjadi teman kalian, meskipun kalian bahkan tidak memiliki kontribusi apapun dalam hidupku, meskipun kalian hanya berlabel teman tanpa pernah berkesan bagiku, meskipun kalian menjadi teman yang kasat mata dan tanpa makna. aku dengan kebesaran hatiku mengapresiasi peran kalian di hidupku. 

Sungguh teramat sungguh, aku berterimakasih.
 

 



Comments

Popular posts from this blog

Grow Old With You - Adam Sandler

Sycamore Tree

My Criminology Law's Lecture