Sekilas hariku bersama mawar
Aku
melihatmu pagi itu
Berseri
, ceria layaknya perawan muda
Kudekati,
kagumku dalam hati “Tuhan, terimaksih ciptakan hal seindah ini”
Matahari
yang melihat ikut tertawa
Sedihku
pergilah... tak ada alasan aku bersedih pagi ini
Kecantikan
ciptaan Tuhan membiusku kedalam kebahagiaan
Kugapai
elok parasmu, berandai-andai kelak bisa seindah rupamu
Mawar
merah muda, mawar kuning dan mawar merah
Pagi itu memang begitu membosankan, saya
datang ke kampus untuk suatu mata kuliah yang kurang begitu saya suka, belum
lagi pagi itu saya terlambat datang sehingga membuat semakin malas masuk ke
kelas. Seperti biasa sepanjang mata kuliah satu itu saya tidak begitu konsen
terhadap apa yang disampaikan dosen, saya habiskan waktu dengan mencoret-coret
kertas serta berkhayal apapun yang saya bisa khayalkan. Rasanya tidak ada
semangat pagi ini, cuaca di luar cukup cerah dengan matahari yang menyembul
malu-malu diantara bilik pepohonan, membuat bias yang menyilaukan mata.
Biasanya saya sangat suka dengan matahari seperti ini :) entahlah apa yang
membuat pagiku kali ini begitu tak menyenangkan.
Cepat-cepat
saya keluar kelas ketika dosen mengakhiri kuliahnya, memang sangat tak sopan.
Namun ketika keluar kelas saya kembali bingung akan melangkah kemana,
teman-teman akan kembali ke kosku karena kuliah berikutnya masih sekitar 2 jam
lagi. Ah.. kembali ke kos hanya akan membuatku tambah terpuruk pada
ketidak-semangatan pagi ini. Kuputuskan akan pergi ke perpus, mungkin sedikit
membaca koran akan cukup menghibur.
Saya
melihatnya.. ketika akan memasuki gedung dimana perpustakaan berada. Dia begitu
cantik, sungguh merupakan karya seni yang indah dari Sang Maha Pencipta J kilau warnanya
seakan berkelip ditimpa surya.. saya mendekatinya, tiba-tiba hati saya diserbu
rasa berbunga-bunga. Pink, merah, peach, dan kuning..
Mawar-mawar
itu begitu manis, begitu indah hingga membuat semangat saya muncul dengan
kegantengannya. Saya memetiknya (mawar pada karangan bunga), masih terlalu pagi
memang, mungkin belum ada 1 jam mawar itu berada disana.
Kubawa
mawar ke perpustakaan, semangat saya telah kembali. Kupikir karena mawar yang
begitu indah ini :) mungkinkah mawar memang
membangkitkan semangat? Entahlah...
Seorang
teman bertanya darimana saya mendapatkan bunga indah itu. “kuambil dari
karangan bunga di depan gedung ini” jawab saya, karena memang demikian.
“wow,sepagi ini kau sudah mencuri?ckck”
saya menanggapinya dengan tersenyum,
“bukankah ini memang sesuatu yang sangat memikat untuk dicuri?”
temanku
kembali bertanya, “apa kau tau megapa bunga cantik itu diberi nama Mawar? Dan
kenapa bunga seindah itu harus memiliki duri yang membuat luka orang yang
memegangnya?”
saya
terenyak, entalah saya tidak mengetahuinya.. saya hanya menyukai bunga mawar.
Suka akan keindahan fisiknya. Suka akan warna-warna mempesonanya. “kau tahu?
Kau mau memberitahuku sesuatu tentangnya?” saya balas bertanya.
“peer
untukkmu !” katanya singkat dan berlalu pergi.
Benar,
setidaknya saya harus mengerti hal tersebut...
Mawar
iku nduk, podo awakmu
Ayu
rupane, resik atine
Marai
tresno sopo wae kang nyawang
Nanging
nduk, mawar iku nggawe loro




Comments
Post a Comment