Cerita Jeda Kuliah


Saat ini saya tengah berada di ruang Internet Perpustakaan Universitas Brawijaya, hujan sedang deras-derasnya mengguyur bumi Aremania ini. sebenarnya tanpa sebab saya datang ke Perpustakaan ini, jam kuliahku selanjutnya masih sekitar 2 jam lagi dan saya malas untuk kembali ke kost karena, well ujung-ujungnya pasti pengen tidur. so saya memutuskan untuk ke perpustakaan yang ternyata juga sedang menggelar event akbar yakni Brawijaya Library Fair. mupeng juga liat deretan stand-stand buku dari berbagai penerbit di gelar disitu, bahkan tak sedikit papan bertuliskan "beli satu gratis satu" membuat semakin nyesel dateng ke perpus, alasannya klise anak kos banget : Duit belum dikirim . haha
akhirnya saya hanya puas melihat-lihat buku-buku yang kebanyakan terbitan luar negri yang tebelnya kupikir sangat proporsional untuk dijadikan pengganti bantal.hehehe
namun sedikit sedih karena buku-buku tentang hukum hanya sedikit sekali dan kebanyakan berbahasa Inggris (aaaa tidakkk ! ) sedangkan yang paling banyak adalah buku mengenai medis yang tebalnya cukup membuat saya menghela nafas.
Tak lama melihat stand saya memutuskan untuk berselancar di dunia maya, bingung juga apa yang mau dibuka dan khas orang Indonesia akhirnya yang pertama saya buka adalah Twitter (berhubung facebook belum bisa dibuka saat jam kerja). Sedikit kepo tweet dari para manusia-manusia yang haus akan eksistensi.hehehe (saya juga dong? -_-)
Saya melanjutkan browsing-tak-penting mengenai berbagai hal dan tentu saja menutup buka halaman twitter saya (padahal ga ada aktifitas haha). hujan masih deras dan perut saya mulai keroncongan, maklum saja sejak kemarin saya baru makan sepiring nasi itupun pada pagi hari. Eitss jangan beranggapan saya terlalu miskin untuk membeli sesuap nasi ya -_-. Jadi ceritanya saya dan teman kos saya (namanya Ira) sedang berbincang-bincang hal yang seperti biasa ga penting, nah tiba-tiba saya kepingin kentang goreng dan saya utarakan deh niat saya ke Ira, dia langsung mengusulkan untuk membeli kentang goreng yang kiloan di Hypermart,Matos. Akhirnya dengan motor pinjeman bergegaslah kami kesana (FYI : saya dan Ira belum mandi) dengan pedenya.
Sampai di Hypermart saya dan ira langsung menuju ke deretan tempat kentang goreng dengan berbagai merk tersebut, dan yang pertama saya katakan pada ira adalah “buset ra, mahal banget sekilonya” ira dengan setuju menangguk dan membalas “duitnya bisa buat makan 2 hari ini mil ”
Akhirnya setelah terjadi perdebatan yang sangat alot dan dengan pertimbangan kami telah jauh-jauh ke Matos demi sekilo kentang Goreng akhirnya dibelilah kentang goreng dan saos pedas dan langsung buru-buru ke kasir karena takut tergoda barang lain disana.haha (walaupun akhirnya saya tergoda membeli eskrim walls 2 buah)
Sampai di kos aku dan ira langsung menggoreng kentang yang sudah melambai-lambai untuk dinikmati tersebut. Ira yang memang rada-rada hemat (baca:pelit) berujar “biar hemat hari ini kita makan kentang aja mil,gausah makan nasi”. Saya pun dengan kondisi dompet yang cukup memiriskan meng-oke-kan ucapan Ira. Jadi begitulah kronologi kenapa saya belum makan sampai sekarang.hehe
Oke kembali ke internet, saya putuskan membuka blog saya yang terbilang anyar ini,(masih 2 pos) dan mengganti template, entah mengapa saya suka sekali mengganti template layaknya mengganti foto profil mungkin biar ga jenuh kali ya? Hahaha
Karena miris melihat blog saya yang masih 2 pos padahal tampilannya udah kece banget gitu saya memutuskan untuk menulis sesuatu yang pada akhirnya setelah saya baca kembali merupakan hal yang sangat-tidak-penting. Tapi saya pikir no problemo . seorang kakak kelas saya pernah berujar “menulislah apa yang kamu suka, apa yang kamu ingin tulis, tuliskan apa adanya” . kata-kata tersebut cukup berarti bagi saya, karena terkadang (jarang banget) saya ingin menulis sesuatu yang hebat menurut saya hebat namun melupakan unsur “apa adanya”.
Jadi ketika saya ingin menulis “story” dari diri saya sendiri, yang terpenting adalah apa adanya. Karena kadang tulisan yang begitu keren begitu mempesona orang ketika membaca akan sangat malu untuk dibaca diri kita sendiri jika tulisan tersebut bukan “apa adanya” melainkan “ada apanya”.
“urip opo anane iku bahagia nduk, ora susah ngumpetke opo sing ora ono”


berikut beberapa gambar Brawijaya University Library yang terbidik  :
Welcome :)

sumpah bikin mupeng mampus

lumayan kan jadi pengganti bantal ?

salah satu stand dengan buku-buku impor

Penerbit kebanggaan kita : UB PRESS


Comments

Popular posts from this blog

Grow Old With You - Adam Sandler

Sycamore Tree

My Criminology Law's Lecture