Fans nomer satu Matahari
Some people think i’m crazy, but you say it’s okayWho wants to be ordinary in a crazy, mixed up world?I don’t care what there are saying as long as i’m your friendThey... they just read me wrong !
Aku
menyukai kebiasaan baruku. Menunggu matahari merekah di selimut awannya dan
memancarkan energi hangatnya di bumi, dan berbaring persis dibawahnya untuk
menyerap segala kehangatan abadiah dan mengeluarkan segala energi buruk yang
tersimpan di tubuhku. Sebenernya, aku sama sekali tak tahu benar tentang energi
matahari, semua hanyalah teori menurutku saja. Yang benar adalah kenyataan
bahwa setelah berjemur di bawah sinar hangat matahari aku merasa menjadi sesuatu hal yang baru, aku seakan menjadi
manusia baru. The new me ! dan hal tersebut benar-benar memberikan energi
positif yang mengalir ke tubuh hingga membuat efek bahagia di diriku. Simple,
mungkin tidak.
Menjadi
sesuatu yang baru adalah hal yang menakjubkan, sungguh ketika berbaring dibawah
sinar matahari yang ramah otakku seakan hanya memproses hal-hal menyenangkan
saja yang membuat hati pun ikut bersuka cita. Dan kupikir hal tersebut adalah
baru bagiku. Sungguh membahagiakan. Berapakalipun aku mencobanya, aku selalu
merasa ada semangat positif mengalir di diriku, meresap ke tiap inti sel dan
memberikan gejolak penuh di dada. Kau tahu? Semacam perasaan bahagia yang
membuncah-buncah seperti itu. Dan aku menyukai nya, tidak bahkan mencintainya.
Sangat !
Aku
bisa berlama-lama di bawah matahari, entah hanya berdiam atau sambil melamun
memikirkan berbagai macam hal yang indah a.k.a berkhayal. Maybe sebagian
menganggapku gila tapi aku sering berjemur sambil mengobrol dengan matahari,
dia begitu ramah dan tidak sombong. Tutur katanya pun halus mirip resi-resi
yang ada di dunia perwayangan. Aku banyak mengobrol dengannya tentang apa
saja. Dan dia begitu mengagumkan seolah mengerti semua hal di dunia ini,
berbicara dengannya membuatku sangat bergairah, dan tentu saja akupun belajar
banyak padanya. Dan yang mengejutkan adalah ternyata ia juga humoris.
“kau
tahu om, aku sering merasa bahwa aku ini hanyalah inti atom yang berjalan di
bumi dan tidak berfungsi apapun. Aku tak bisa apapun, dan semua orang
melihatnya” kataku suatu kali saat berbincang dengan matahari, oya aku
menyebutnya Om karena well, matahari sudah berumur entahlah yang jelas jauh
sebelum aku dan kupikir memanggilnya Om sangatlah pas karena kalo memanggilnya
Opa aku takut dia tersinggung karena merasa belum terlalu tua. Tapi dia tak
mengomentari apapun tentang panggilanku tersebut, benar-benar bijak.
“kalau
kamu berfikir demikian, maka kamu akan menjadi seperti yang kamu fikir.
Bukankah kamu sering menonton Mario Teguh? Benar sekali yang ia bilang bahwa
kekuatan pikiran mempengaruhi akan jadi apa ia nanti, jadi hati-hatilah ketika
kamu berfikir demikian. Akan rugi dikamu sendiri, tapi juga bukan berarti kamu
harus sombong karena kenyataannya sombong dan optimis itu sangatlah tipis,
seimbanglah dan berusaha rendah diri yang optimis” jawab matahari panjang
lebar, aku mengangguk-angguk mencerna kata-katanya. Tuhkan matahari saja sampai
tahu ada program Mario Teguh.
“Paham
cantik ?” lanjutnya. Aku mengangguk ragu, “ tidak secara keseluruhan om.hehehe”
“nah
itu akan jadi Peer kamu. Oke? ”
“Siap
boss !” jawabku mantap seraya tertawa, begitupun matahari. Kami tertawa bersama
meskipun tak tahu letak kelucuan di percakapan kami. Begitulah Matahari ia
benar-benar menjadi sumber dari segala sumber nomer satu di dunia. Dan tentu
saja aku juga mendeklarasikan diri menjadi fans nomer satunya di dunia.hehehe
Suatu
kali aku bertanya padanya tentang hal yang sedikit banyak mengganggu pikiranku.
“om, kau tahu aku sudah mendeklamasikan diriku menjadi fans nomer satu Om di
dunia ini kan?” tanyaku mengawali.
“Yup.
Sama seperti kamu merasa menjadi fans nomer satu nya Taylor Swift?” jawabnya
terkekeh. Aku langsung menampakan emote -_-“ di mukaku.
“Om
serius, menurutmu apakah aku munafik ketika di depanmu sendiri aku mengatakan
menjadi pengagummu tapi sering saat beraktifitas di luar secara sadar aku
menghindari sinarmu karena well, om pelis jangan ketawa ya ! karena ehm, aku
takut item om kena sinar matahari apalagi pas siang-siang terik itu.huhuhu” aku
menelungkupkan tanganku ketangan karena takut Matahari menertawai ekspresi ku
yang pasti sangat menjijikan itu.
“Om
! kok diem sih ?” kupikir Matahari akan tertawa ngakak ataupun marah atau hal
semacamnya mendengar pengakuanku yang gokil itu. Tapi dia diem aja dan malah
membuatku keki dengan respon tersebut.
“hehehe
maaf ya cantik, kamu tadi gaboleh nyuruh om ketawa jadi om langsung sumpel
mulut om biar ga kedengeran ketawanya.hahahahahah” jawabnya seraya tertawa
lebar yang cukup lama. Aku kembali menampakan emote -_-“ di mukaku.
“om
pelis berenti tertawa ato kusambit pake sandal nih !” kataku bete super. “om
dijawab dong, aku mengorbankan harga diri nih buat nanya hal itu” lanjutku
merengek
“hehe..
ternyata kamu kena budaya popnya anak metroseksual ya atuuut item.. hahahah”
Matahari melanjutkan ketawanya lebih keras.
Tuhkan kalo ga kena marah udah
pasti kena ledek nih, ini kalo waktu bisa diulang ogah deh nanya ginian
batinku tambah keki.
“hehe
maaf ya cantik, kamu lucu sih kayak badut dufan.hehe”
“om
minta disambit sandal beneran?”
“malah
kamu itu sebaiknya emang menghindari sinar Om kalau sudah siang, alasannya
bukan karena nanti kamu item tapi memang sinar Om jika kelamaan mengenai kulit
selain akan membakar juga merusak sel yang ada dikulit dan membuatnya mudah
untuk terkena kanker kulit. Makanya dokter-dokter menyarankan kalo di bawah
matahari make lotion atau Sun Block yang melindungi kulit dari bahaya sinar UV.
Dan kalau emil menghindari sinar Om itu udah bener dan bukannya munafik tapi
jahat hehe bercanda. Jadi kamu jadi fans nomer satu om juga harus tahu kalau om
punya kelebihan juga kekurangan. Harus tetep ngefans lho !” jelas Matahari
dengan suara wibawanya. Aku kembali mengangguk-angguk dan tersenyum lebar
kearah Matahari.
“ngerti
om bukan munafik tapi jahat.hehehe tapi om emang sekali-kali kudu dijahatin nih
bikin kesel terus” dan lagi kami kembali tertawa bersama-sama seraya menikmati
hangatnya sinar Matahari yang semakin masuk menyinari hingga relung hati.
Aku
Emilia Dewi dan aku fans nomer satu Matahari ! HipHipHorray ! J J J
Comments
Post a Comment