Ramadhan sebuah perjalanan

"mbak zizah puasanya mulai kapan ya?" tanyaku berteriak kepada mbak kos yang bersebelahan persis kamarnya denganku.
"besok dek" jawabnya tak kalah lantang.

dead air......

aku termangu sejenak dalam diam, suara radio yang diputar mbak zizah dikamar sebelah samar-samar masuk ke pendengaranku.
"ah sudah lama sekali rasanya aku menantikan bulan suci ini, tiba-tiba sudah berada di depan mata" batinku. bersyukur.
tahun lalu adalah Ramadhan terburuk. hampir-hampir ibadahku tak ada yang sempurna, berbarengan dengan masalah-masalah keluarga yang sedikit banyak membuatku stress.
tahun kemarin puasaku bolong-bolong, tanpa alasan hanya menuruti hawa nafsu yang berkembang pesatnya dalam diriku. hampir tidak pernah sholat taraweh karena umur kepindahanku ke surabaya yang masih seumur jagung sehingga belum mengenal tetangga kanan-kiri, belum lagi letak masjid yang jauh dari kompleks  perumahanku. benar-benar hal memalukan.
hampir-hampir tak ada kesenangan di bulan suci Ramadhan tahun lalu, hidup di dalam keterasingan kanan kiri tanpa adanya sapaan.
bukan salah mama yang membawaku ikut serta ke situasi gelap itu, hanya saja saat itu rasa rindu dan kangen  selalu bergejolak ingin pulang ke kampung halaman. yang walaupun tak ada gedung megah berlantai puluhan tapi rasa hangatnya selalu terasa di musim dingin sekalipun.
Magelang, sukacita disana saat Ramadhan merupakan hal yang sangat kurindukan tiap tahunnya. tanpa memandang banyaknya agama yang berkembang disana, toh semua terasa menikmati kegembiraan masuk dalam pusaran Ramadhan yang Agung.
teringat saat SD sampai awal SMP bersama teman-teman sekampung dengan pakaian rapi sehabis sholat Ashar beriringan 5-7 orang menyusuri jalanan kota menuju Alun-alun, sandal jepit yang sudah compang camping di sudut sudutnya tak membuat kami malu melangkah menuju tempat orang banyak bercengkerama itu. sampai di alun-alun selalu ada pertunjukan yang menghibur mata kami, seperti sebuah bayaran atas lelahnya kaki kaki mungil kami pulang pergi. setengah jam sebelum adzan magrib berkumandang, cepat-cepat kami pulang kerumah masing-masing, sudah menunggu kala itu kolak pisang nangka dan aneka gorengan yang disajikan mbah kakung dan mbah putri untuk semua cucu-cucunya.
mbah kakung dan mbah putri adalah orang yang sangat berperan dalam antusiasmeku menyambut bulan Ramadhan. mereka yang menyulap rumah menjadi menyenangkan saat Ramadhan. menata segala hal menjadi patut dan pas untuk cucu-cucunya yang selalu berbahagia dengan bulan penuh ampunan itu.
meski mbah kakung dan putri tidak pernah lagi puasa karena alasan kesehatan, namun mereka sangat menghargai aktifitas puasa layaknya orang yang berpuasa.
solat teraweh menjadi hal yang mengasyikkan saat bulan suci, meski aku dan teman-teman lainnya yang saat itu masih SMP tidak pernah sempurna menjalankan rakaatnya. shalat berhenti shalat berhenti. itulah mengapa pojok belakang menjadi spot kami dalam sholat tarweh, yah kurang lebih alasannya supaya tidak ditegur orang dewasa.haha
ah kesenangan bulan puasa pada masa-masa dulu selalu menimbulkan efek rindu yang tak terlukiskan, membuat perasaan ingin kembali pada masa-masa yang orang bilang belum banyak dosa, masih polos.
tahun ini, tak terasa bulan suci sudah didepan mata. aku masih berada di malang untuk merampungkan tugas-tugas yang tak bisa ditinggal. aku tentu tak berharap puasa pertamaku disini, tidak ! aku jelas tak mau moment berhargaku sendirian tanpa ada canda tawa khas sahur pertama.. Ah menjengkelkan pasti membayangkannya..
sudah kuatur weekend ini aku akan pulang ke Magelang, ke kota dimana kenangan-kenangan tak bernoda ada dan tersimpan rapi di lemari keabadian.
menemukan kembali ceria Ramadhan yang tahun lalu sudah tercecer tak beraturan, menemukan makna sejati dari bulan penuh ampunan bersama teman-teman yang dulu pernah bersua, yang bersama-sama membuat sejarah.
aku tak bisa menunggu lama lagi saat waktu itu datang... betapa berharganya hidup di dunia ini.



Malang, 08 Juli 2013
saat-saat setelah Gempa terjadi

Comments

Popular posts from this blog

Grow Old With You - Adam Sandler

Sycamore Tree

My Criminology Law's Lecture